Sunday, February 5, 2012

Hanya Ada 70 Dokter Khusus Kanker di Indonesia

Jumlah penderita kanker semakin hari makin bertambah, namun sayangnya hal ini tidak diikuti oleh penambahkan dokter spesialis kanker. Saat ini diketahui hanya ada 70 dokter khusus kanker di Indonesia.

Penanganan pasien kanker meliputi serangkaian terapi yang memerlukan pendekatan multidisiplin ilmu. Tapi rasio jumlah dokter yang memiliki keilmuan onkologi (kanker) dengan jumlah penderita kanker di Indonesia tidak berbanding proporsional.

"Saat ini hanya ada 70 dokter onkologi medis, bahkan jumlah onkologi medis di Singapura lebih banyak padahal jumlah penduduknya lebih sedikit," ujar Dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM dalam acara temu media mengenai Penanganan Kanker Menyeluruh di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (3/2/2012).


Sedangkan data dari kementerian kesehatan diketahui prevalensi kanker di Indonesia adalah 4,3 per 1.000 penduduk yang artinya ada sekitar 500.000 penderita kanker di pulau Jawa saja tiap tahunnya.

Dr Ronald menuturkan dari data ini diperkirakan 1 dokter onkologi medis harus menangani 7.000 pasien, tapi kenyataannya dokter tidak bertemu semua pasien tersebut. Hal ini membuat banyak pasien yang berobat ke tempat yang tidak semestinya.

Lebih lanjut Dr dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM menuturkan sebagian besar dokter ini berada di pulau Jawa, beberapa ada di Sumatera, 1 dokter ada di Kalimantan tepatnya di Banjarmasin serta tidak ada dokter onkologi di Indonesia Timur.

Untuk itu saat ini tengah dilakukan pelatihan kepada dokter penyakit dalam di Jakarta dan sejumlah daerah secara bertahap. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan akses penanganan terapi kanker secara tepat dan profesional khususnya bagi pasien di daerah-daerah yang berada di luar jangkauan dokter onkologi.

"Selama ini spesialis penyakit dalam tidak ikut dalam jumlah banyak, tapi sekarang kami baru sadar. Kemitraan ini bisa meringankan kendala pasien secara fisik maupun ekonomi dalam upayanya mencapai tujuan terapi kanker," ujar Dr Aru.

Pengobatan kanker tidak melulu hanya obat, penyinaran atau bedah, tapi mulai dari deteksi dini, pengenalan adanya kanker sampai penanganan yang baik sampai jangka waktu lama.

"Kami mempersiapkan dokter penyakit dalam untuk ikut dalam penanganan kanker, mereka punya dasar semua aspek pengobatan kanker yang cukup hingga sampai batas tertentu," ujar Dr Ronald.

Penanganan kanker memerlukan sejumlah dokter dengan keahlian yang beragam agar pasien bisa mendapatkan informasi yang akurat dan memahami penyakitnya, terdiagnosis dengan benar dan diberikan terapi yang tepat. ~DETIK.com


No comments: