Showing posts with label CULTURE / POLITIC. Show all posts
Showing posts with label CULTURE / POLITIC. Show all posts

Monday, May 21, 2012

Menggadai Idealisme ?


Mesti nya, idealisme akan selalu melekat dalam nurani setiap insan manusia. Idealisme akan tampak menggebu-gebu dalam kehidupan kaum muda. Hal ini penting kita hayati, karena sebagai "daya dorong" dalam mengarungi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, idealisme adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa. Idealisme adalah aroma kehidupan yang senantiasa akan membangun sebuah dinamika. Hidup tanpa idealisme identik dengan sambal Ciganea tanpa terasi. Terasa hambar dan kurang greget.

  Dalam hidup dan kehidupan, idealisme adalah suatu nilai yang sangat penting. Idealisme menunjukkan ada nya kehendak untuk menggapai masa depan yang lebih baik dan bermakna bagi kehidupan. Idealisme bukan sesuatu yang sifat nya statis. Idealisme adalah sesuatu yang dinamis dan bergerak sesuai dengan konteks perkembangan jaman. Sebagai gambaran, idealisme bangsa di masa penjajahan adalah memerdekakan bangsa dan idealisme di masa kini adalah bagaimana kemampuan dan kesungguhan kita dalam mengisi kemerdekaan yang telah kita raih itu.

  Idealisme yang melekat pada diri seseorang, pada hakekat nya tidak akan pernah hilang selama diri nya masih menghirup udara. Idealisme umum nya hanya akan mengalami pemudaran. Beberapa pengalaman membuktikan, idealisme seseorang itu akan berkorelasi positip dengan bertambah nya usia seseorang. Akibat nya, wajar terjadi sekira nya di kala diri nya muda atau tatkala menjadi mahasiswa, kadar idealisme nya akan sangat tinggi, namun setelah diri nya bekerja dan berumah tangga, maka idealisme yang dimiliki nya pun terekam mengalami pemudaran.

   Suasana yang demikian, bukanlah sekedar omong kosong. Walau tidak berlaku universal, umum nya mereka yang ketika menjadi mahasiswa terlihat getol berteriak dan melakukan pengkritisan atas berbagai kebijakan Pemerintah yang dinilai nya tidak pro rakyat, namun setelah diri nya lulus dari Universitas kemudian bekerja di Pemerintahan, teriakan-teriakan nya itu mulai menghilang dan hampir tidak terdengar lagi. Diri nya terlihat asyik dengan pekerjaan yang harus digarap nya, dan terkadang menjadi tidak peduli lagi atas apa-apa yang tengah tercipta di masyarakat.

Friday, April 13, 2012

Perjuangan "Yang Mulia" ?

Yang Mulia kini tengah berjuang. Yang Mulia yang bergaji kecil, sekarang lagi membuat manuver. Tawaran yang disampaikan Yang Mulia para Hakim ini akan menggelar aksi mogok sekira nya tingkat kesejahteraan nya tidak diperbaiki. Gerakan para Hakim ini, tentu bakal berbeda dengan gerakan mahasiswa dalam menggelar demo. Para hakim juga tidak perlu orasi di Gedung DPR atau melakukan "perjalanan panjang" dari Senayan ke Istana Negara misal nya. Namun langkah mereka langsung menukik ke pengambil kebijakan yang memang memiliki tupoksi untuk membenahi birokrasi. Diantar oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Jimly Al Sidiq perwakilan para Hakim dari berbagai daerah ini, langsung dialog dengan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, untuk menyampaikan uneg-uneg nya.

   Hasil pertemuan itu sendiri, tentu saja sangat diharapkan mampu membawa titik terang, sehingga derita para Hakim yang telah bertahun-tahun mereka rasakan, dalam waktu yang sesegera mungkin, akan terjadi perubahan. Kita berharap agar masalah rendah nya gaji yang menimpa para Hakim ini cepat tuntas. Sebab, jika dibiarkan 'ngambang terkendali', dirisaukan para Hakim tidak bakal optimal dalam menjalankan pekerjaan nya. Dampak buruk nya, para Hakim tidak akan mampu membawa "palu keadilan" di dunia ke suasana yang kita dambakan bersama.

   Yang Mulia memang sangat jauh berbeda dengan Yang Terhormat jika dibandingkan dari sisi gaji atau pendapatan yang diterima setiap bulan nya. Yang Mulia ukuran nya jutaan rupiah, tapi Yang Terhormat bicara nya puluhan juga rupiah. Padahal, mereka yang berkiprah selaku Hakim sering juga disebut sebagai "Wakil Tuhan" di dunia yang berhak memutuskan keadilan. Sedangkan Yang Terhormat adalah "Wakil Rakyat" yang diharapkan mampu melaksanakan amanah yang selama ini dilekatkan dalam diri setiap Yang Terhormat.

Monday, April 2, 2012

Suara Rakyat = Suara Pemerintah ?

Suara rakyat, bukanlah suara Pemerintah. Atau dapat juga dibalik pernyataan nya, suara Pemerintah bukanlah suara rakyat. Suara Pemerintah sebetul nya lebih gampang dikelola ketimbang suara rakyat. Kalau Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan telah mengambil suatu sikap, maka jajaran yang ada di bawah nya tentu harus mampu mengamankan sikap yang diambil nya itu.

   Tapi jika kita ingin membulatkan suara rakyat, maka siapa yang harus kita dengar ? Benarkah suara yang dikumandangkan para mahasiswa adalah suara rakyat yang sesungguh nya ? Betulkah suara para elit bangsa yang kerap kali diwawancarai media massa adalah kata hati nya rakyat banyak ? Dan yang tak kalah menarik nya untuk dipertanyakan adalah sampai sejauh mana keberadaan para anggota DPR yang nota bene juga adalah "wakil rakyat" itu sendiri ?

   Pengalaman menggambarkan, selama ini yang paling lantang menyuarakan nasib rakyat adalah para mahasiswa. Selama ini pula lebih banyak para mahasiswa yang turun ke jalan ketimbang komponen bangsa lain nya. Unjuk rasa mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah, pada inti nya tetap menjelaskan soal kepedulian mereka terhadap penderitaan rakyat.

Kenaikan BBM Ditunda ?

Diterjemahkan secara bebas, Pemerintah adalah orang atau lembaga yang memerintah. Seseorang yang memerintah biasa nya orang yang memiliki kekuasaan. Itu sebab nya, Pemerintah juga sering diidentikan dengan penguasa. Oleh karena itu, kalau Pemerintah sudah menetapkan keputusan, maka jarang-jarang keputusan yang ditetapkan nya itu bakal dicabut kembali, terkecuali ada hal-hal yang sangat mendesak. Termasuk juga di dalam nya tentang kebijakan Pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

   Keinginan Pemerintah untuk menaikan harga BBM, memang tidak semulus yang dibayangkan. Harapan Pemerintah agar rakyat dapat memahami apa yang diputuskan Pemerintah rupa nya tidak sepenuh nya benar. Gerakan untuk menolak kenaikan harga BBM malah lebih mengedepan ketimbang mereka yang mendukung nya. Temuan beberapa Lembaga Survey malah menampilkan data bahwa lebih dari 80 % rakyat Indonesia menolak kenaikan harga BBM tersebut.

   Mahasiswa boleh menggelar demo. Buruh pun tentu tidak dilarang untuk turun ke jalanan dan melakukan aksi unjuk rasa. Rakyat tidak diharamkan untuk menolak. Bahkan di beberapa daerah terekam kabar ada nya Kepala Daerah yang ikut-ikutan unjuk rasa. Tapi Pemerintah berusaha keras untuk tetap konsisten dengan keputusan yang telah direncanakan nya : BBM tetap harus dinaikan. Sebuah keputusan yang mempertegas bahwa "suara rakyat tidak sama dengan suara Pemerintah". Apakah langkah ini tepat atau tidak, biarlah sejarah yang akan mencatat nya.

April Mop ?

Dalam setahun kita hanya sehari jika ingin membuat sebuah "sensasi". Hari itu jatuh pada tanggal 1 April. Hari nya sendiri bebas. Bisa Senen, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu atau Minggu. Dalam kehidupan nyata orang menyebut nya sebagai "April Mop". Sensasi sendiri, bisa saja dilakukan setiap saat. Sensasi boleh saja bernuansa guyon, jenaka, serius, atau bahkan politik. Hanya sensasi yang mendunia dan seolah-olah diakui beabsahan nya ya pada tanggal 1 April itu.

   Ketika Pemerintah merencanakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kini menjadi perdebatan publik, akan mulai diberlakukan per 1 April, banyak pihak yang berpandangan, jangan-jangan hal ini merupakan "April Mop" juga. Jika benar April Mop, maka akan banyak warga bangsa yang tersenyum lega, tapi jika bukan, maka wajar-wajar saja kalau akan banyak orang kecewa. Paling tidak, para mahasiswa akan marah besar, karena apa yang disuarakan nya itu seperti yang tidak diindahkan oleh Pemerintah. Sama saja dengan masuk telinga kiri dan langsung keluar dari telingan kanan.

   Yang nama nya sensasi tidak identik dengan kebohongan. Sensasi adalah sesuatu yang menggegerkan. Sensasi betul-betul sebuah informasi yang mengagetkan atau mampu membuat orang tercengang. Dan sensasi pun dapat saja diolah sedemikian rupa, sehingga membuat orang menjadi lupa diri. Salah satu nya adalah teladan tentang seseorang yang mendapatkan rejeki nomplok dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Padahal setelah di cek kebenaran nya, ternyata semua itu hanyalah sebuah April Mop.

Sunday, March 25, 2012

Membangun Harmoni ?

Harmoni, pada hakekat nya merupakan suasana yang menggambarkan keselarasan atau keserasian dalam proses kehidupan. Sebut saja antara Pemerintah dengan rakyat. Bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keharmonian tidak mungkin akan terjadi "perbedaan sikap" antara Pemerintah dengan warga bangsa nya. Tidak akan ada juga aksi unjuk rasa yang menuntut agar Presiden nya mundur dari jabatan, karena dianggap tidak mampu lagi menjalankan amanah rakyat. Bahkan tidak perlu terjadi perdebatan kusir diantara sesama "wakil rakyat" di televisi, yang semakin membuat bingung masyarakat.

   Lalu, kenapa hal-hal yang digambarkan diatas malah terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari ? Mengapa para mahasiswa kita terekam begitu getol melakukan aksi demonstrasi ? Protes keras mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bakal diberlakukan mulai 1 April 2012 misal nya, ternyata tidak hanya marak dan berlangsung di ibu kota negara semata, namun hal yang sama berlangsung pula di ibu kota Provinsi. Hebat nya lagi, mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus yang berada di ibu kota Kabupaten/Kota pun terlihat tidak mau ketinggalan.

Ambivalen ?

Ambivalen seringkali dimaknai sebagai "dua perasaan yang bertentangan". Sebagai sebuah sikap, ambivalen kerapkali dilekatkan terhadap orang yang dinilai tidak memiliki prinsip. Menclak-menclok. Mendua. Tidak mempunyai jati diri. Bahkan tidak salah juga jika dikatakan "kanan-kiri OK". Seorang sahabat pernah menyatakan orang yang ambivalen cenderung ingin enak nya saja, namun tidak mau menanggung kerugian nya. Hal semacam ini biasa nya akan tampak jelas jika kita kaitkan dengan fenomena yang sekarang ini tengah menjadi perbincangan publik, yakni soal surat Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) kepada Presiden Sby yang dinilai sementara pihak sebagai sikap yang tidak konsisten dari salah satu anggota Koalisi Partai pendukung Pemerintah.

   Apa sebetul nya isi surat yang cukup menghebohkan itu ? Benarkah PKS menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sekarang ini sudah ditetapkan Pemerintah dan tinggal meminta persetujuan DPR ? Atau kah ada persepsi lain dari perancang yang mengirimkan surat kepada Presiden Sby diatas ? Lalu, mengapa ada petinggi Partai Demokrat yang seolah-olah terkesan kebakaran jenggot dengan manuver politik nya PKS tersebut ? Lebih aneh lagi, ternyata ada pula yang meminta agar PKS keluar saja dari Koalisi sekira nya tidak mau untuk taat asas atas keputusan yang telah ditetapkan Koalisi.

Nasib Nelayan ?

Di negeri ini, total jumlah nelayan tercatat sekitar 2,7 juta jiwa dengan jumlah kapal 590.000 unit. Sebanyak 99,4 % atau 586.000 kapal berbobot mati di bawah 30 GT. Meskipun jumlah nelayan dengan kapal diatas 30 GT hanya 0,6 % hal itu dapat mempekerjakan puluhan ribu buruh nelayan. Dibandingkan dengan warga bangsa lain nya, kaum nelayan merupakan kelompok masyarakat yang kondisi kehidupan nya sangat memilukan. Bukan saja kaum nelayan dianggap sebagai warga bangsa yang kehidupan nya masih terjerat suasana hidup miskin, namun sebagai resiko dari posisi nya yang demikian, nelayan pun terbilang sebagai warga bangsa yang tingkat pendidikan nya relatif rendah, derajat kesehatan nya lemah dan daya beli ekonomi nya pun tercatat rendah.

    Di sisi lain, nelayan sering dijadikan potret warga bangsa yang pantas disebut "korban pembangunan". Dengan posisi tawar nya yang lemah terhadap berbagai akses kehidupan, kaum nelayan cenderung terposisikan menjadi obyek ketimbang mampu tampil menjadi subyek dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, kalau saja kita sudah berani bicara soal nasib nelayan, maka yang sangat penting untuk dilakukan adalah mampukah kita merubah nasib kaum nelayan ke arah yang lebih seirama dengan cita-cita kita memproklamirkan negeri ini ?

Petani dan Panen Raya ?

Petani, kini sedang nelangsa. Saat panen yang dinantikan, sungguh di luar bayangan nya. Ini sebetul nya yang paling ditakutkan. Panen raya padi berlangsung diiringi hujan. Petani pasti akan menjerit. Bila panen diiringi hujan, tentu akan menyebabkan kadar air gabah menjadi tinggi. Padahal, pada waktu panen berlangsung, para petani sangat berharap agar cuaca sedang cerah-cerah nya, sehingga para petani dapat menjemur gabah agar diperoleh gabah kering panen dan gabah kering giling yang diimpikan. Gabah dengan kadar air yang rendah, jelas  akan membuat harga di tingkat petani menjadi tinggi. Syukut-syukur harga nya dapat jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

   Bulan Maret dan April 2012 adalah saat-saat puncak berlangsung nya panen padi. Petani senantiasa berpengharapan agar cuaca yang ada senantiasa menunjukkan keberpihakan nya. Sebab, walau pun iklim ekstrim yang terjadi selama ini sangat sulit untuk dikendalikan, bukan berarti kita tidak memiliki solusi. Salah satu langkah yang dapat disiapkan dengan cerdas adalah sampai sejauh mana kita mampu mengoptimalkan dukungan teknologi pengeringan dengan optimal ? Persoalan ini sangat penting untuk dicermati, karena kalau kita berkehendak untuk melakukan perlindungan dan pembelaan terhadap petani, maka pada kondisi seperti inilah keterlibatan kita sangat dimintakan.

Thursday, March 22, 2012

Pemerintah atau Pak Kwik yang Bodoh ??? (Minyak naik, Indonesia untung atau rugi …)

Saya agak heran dan bingung mengapa Pemerintah tidak mengerti apa yang dijelaskan Pak Kwik Kian Gie mengenai perhitungan subsidi BBM, juga mengapa Pak Kwik seolah tidak mengerti apa yang terjadi di pemerintahan ? Apakah memang sesederhana yang diuraikan pak Kwik ? Atau dengan kata lain Pemerintah demikian bodohnya …. atau ……

Pak kwik menjelaskan bahwa seharusnya kita kelebihan uang dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, karena kita sebagai produsen.  Jadi harusnya kita menikmati keuntungan seperti negara produsen minyak lainnya di dunia….. Tapi apa yang terjadi ??? Indonesia justru makin menderita dengan kenaikan ini…. apa yang sebenarnya terjadi ???

Coba simak penjelasan pak Kwik mengenai BBM :

Wednesday, March 21, 2012

BIN: Tak Ada Ancaman Langsung ke Presiden

Kepala BIN, Marciano Norman, mengimbau masyarakat dapat memahami rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan baik. Jangan mencampuradukkan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita harapkan masyarakat memandangnya secara arif. Jangan selalu ditunggangi dengan upaya menjatuhkan Presiden. Kalau menaikkan BBM kan sudah jelas dari Pak Presiden penjelasannya," ujar Marciano di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 21 Maret 2012.

Seperti apa bentuk gerakan yang berupaya menjatuhkan presiden itu? Marciano enggan menjelaskannya. "Kita lihat saja perkembangannya," kata Marciano.

BBM dan BLT ?

Andai kepada masyarakat kita tanyakan tentang persetujuan nya untuk menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2012, maka sebagian besar warga bangsa akan menolak nya. Rakyat sudah sangat berpengalaman akan dampak yang ditimbulkan, sekira nya Pemerintah menaikan harga BBM. Pokok soal nya, tentu bukan dikarenakan kebijakan menaikan harga BBM adalah sesuatu yang sangat tidak populer lagi dalam kehidupan masyarakat, namun bila kita cermati suasana yang telah terjadi selama ini, ternyata setiap Pemerintah menempuh kebijakan menaikan harga BBM, cenderung makin "menyengsarakan" masyarakat, khusus nya mereka yang sering kita vonis selaku "korban-korban pembangunan".

   Lain BBM, lain pula dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kalau kita tanyakan kepada masyarakat, khusus nya mereka yang terkategorikan "miskin" tentang perlu atau tidak nya BLT, maka dapat dipastikan, secara serempak mereka akan menyatakan "persetujuan" nya. Di mata mereka BLT adalah rahmat kehidupan yang harus disyukuri keberadaan nya. Masyarakat miskin, tidak pernah berpikir bahwa yang nama nya BLT itu adalah perlakuan yang tidak mendidik. Mereka boleh jadi sudah sering mendengar pandangan para pakar bahwa yang perlu diberikan kepada kaum miskin, bukanlah ikan, tapi berilah mereka itu kail nya.

Kekuatan Aksi Demo ?

Situasi nya memang sulit untuk berharmoni, jika kita bicara soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Di satu sisi Pemerintah tetap bersikukuh untuk menaikan harga BBM sebagai resiko dari kenaikan harga minyak di pasaran dunia, namun di sisi yang lain, khusus nya para mahasiswa di berbagai pelosok tanah air, terlihat ngotot pula melakukan aksi demo guna menolak kenaikan harga BBM tersebut.

   Inilah sesungguh nya wajah lain dari negeri tercinta. Pemerintah seringkali lebih memilih pola "pemadam kebakaran" ketimbang menggunakan pendekatan "deteksi dini". Salah satu pertanyaan para mahasiswa adalah apakah tidak ada pilihan kebijakan lain yang dapat ditempuh Pemerintah, selain menaikan harga BBM ? Lalu, apakah pilihan kebijakan kompensasi dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai Sementara kepada masyarakat miskin akan mampu mempercepat lkemandirian para "korban pembangunan" ini ?

Tuesday, March 20, 2012

SBY: Ada Gerakan Aneh Jatuhkan Pemerintah

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi kabar pemboikotan pemerintahannya sebelum masa jabatannya sebagai kepala negara berakhir pada 2014 mendatang. SBY menilai ada gerakan aneh dalam fenomena politik yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

"Fenomena politik yang saya maksud ada gerakan aneh yang saudara juga mengikuti, pokoknya pemerintahan ini harus jatuh sebelum 2014. Pernah dengar?" kata SBY saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada para kader Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 Maret 2012.

Kelompok-kelompok yang menuntut pemerintahan SBY mundur sebelum 2014 ini, dinilai SBY, sebagai kelompok sebenarnya tidak mau berjuang di jalan demokrasi. Misalnya dengan berjuang di partai politik atau menjadi pemimpin, Presiden dan Wapres atau dalam kompetisi-kompetisi apapun dalam Pilpres maupun Pemilu.

Monday, March 19, 2012

Kebijakan berbasis Politik

Pertemuan para pimpinan partai politik yang tergabung dalam "koalisi" Pemerintah, tentu saja akan selalu menarik untuk diikuti. Pasal nya, bukan saja pertemuan itu digelar di Cikeas, namun bersamaan dengan itu, Pemerintah juga sedang bersiap-siap untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dalam beberapa hari belakangan ini banyak digelar aksi unjuk rasa para mahasiswa menolak kebijakan tersebut.

    Pertemuan Cikeas diharapkan mampu memperkokoh kekuatan sekaligus dalam memperkuat barisan diantara sesama partai koalisi pendukung Pemerintah. Lebih jauh dari itu, secara politik pertemuan Cikeas pun dapat saja dinilai sebagai "lobi" tingkat tinggi antara Pemerintah dengan petinggi partai politik menjelang usulan Pemerintah menaikan harga BBM ini di bahas di DPR guna memperoleh dukungan nya. Kalau saja partai koalisi solid dan bersepakat untuk "mengamankan" kebijakan Pemerintah, maka dijamin halal 100 %, per 1 April 2012 nanti, harga BBM di dalam negeri bakalan naik.

Titik Jenuh !!!

Titik jenuh, boleh saja diidentikan dengan tingkat kebosanan yang cukup tinggi. Tingkat kejenuhan dan tingkat kebosanan adalah hal yang tidak jauh berbeda. Dalam bahasa anak muda nya disebut "sebelas duabelas". Oleh karena itu, jika ada orang yang menyatakan sudah sampai ke titik jenuh, maka apa yang dikemukakan nya itu telah menjadi tidak menarik atau sudah tidak lagi menjadi perhatian banyak pihak.

   Dalam mengamati kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, kelihatan nya kasus Bank Century, kasus Suap Cek Pelawat dan kasus Suap Wisma Atlet sudah mulai "ditinggalkan" oleh para penggemar nya. Orang-orang terkesan sudah jenuh karena "ending" nya yang tak kunjung tiba. Masyarakat banyak yang kecewa akan proses penuntasan kasus nya yang dinilai terlampau bertele-tele.

   Mandeg nya kasus Bank Century, ditetapkan nya Miranda Gultom sebagai tersangka dalam kasus Suap Cek Pelawat atau ditersangkakan nya Angelina Sondakh, rupa nya tidak mampu memberi kepuasan maksimal kepada publik. Boleh jadi, publik menuntut lebih dan bukan hanya sekedar menetapkan orang tertentu sebagai tersangka saja.

Wednesday, March 14, 2012

Penikmat Pembangunan

Sebutan "penikmat pembangunan", boleh jadi akan terdengar lebih menyenangkan, dari pada kita mendengar istilah "korban pembangunan". Setiap anak negeri, tentu harus mampu menjadi penikmat pembangunan. Ini penting dicatat, karena yang nama nya pembangunan haruslah dapat dirasakan manfaat nya oleh seluruh warga bangsa. Untuk itu, suatu kekeliruan yang sangat fatal jika pembangunan yang dilakukan, hanya dapat dinikmati oleh segelintir warga bangsa. Prinsip makmur dalam kebersamaan dan bersama dalam kemakmuran, sudah sepantas nya menjadi arah utama dari skenario pembangunan yang dijalankan.

Dibalik Rencana Kenaikan BBM

Pro kontra rencana kenaikan harga BBM pada tanggal 1 April 2012, tampak masih berlangsung dan mengedepan menjadi perbincangan publik yang cukup hangat. Sebuah lembaga survey mengungkapkan sekitar 88 % responden tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan lewat Fraksi PDIP di DPR dengan suara lantang melakukan penolakan atas rencana kenaikan BBM ini.

   Begitu pula dengan Partai Gerindra dan Partai Hanura yang berpandangan bila harga BBM dinaikan, maka efek domino nya sangatlah besar. Bukan saja masyarakat akan mengalami kesulitan ekonomi karena naik nya harga-harga di pasaran, namun kenaikan harga BBM pun ditengarai bakal menambah jumlah pengangguran di negeri ini, mengingat banyak nya pengusaha yang bakal gulung tikar.

Kebijakan yang Menyengsarakan ?

Tidak akan ada satu pun Pemerintahan di dunia yang memiliki cita-cita untuk menyengsarakan warga masyarakat nya. Susah juga kita menemukan sebuah Pemerintahan di muka bumi ini yang berjuang habis-habisan untuk melestarikan kemiskinan warga bangsa nya. Bahkan dalam era global sekarang ini, kita juga akan sangat susah menemukan sebuah Pemerintahan yang berkemauan politik guna mengisolasi diri agar tidak berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia ini. Namun kita percaya bahwa semua Pemerintahan di kolong langit ini, pasti akan sepakat dan memiliki cita-cita untuk mensejahterakan warga bangsa nya. Hal ini tentu saja dapat kita pahami, karena pada suasana "sejahtera" itulah persoalan lahir dan batin manusia akan dapat terselesaikan.

Wednesday, March 7, 2012

Jawaharlal Nehru Quotes

Jawaharlal Nehru also lovingly called as Pandit Ji (14 November 1889 – 27 May 1964) was the first prime minister of india after gaining independence from british rule. Jawaharlal Nehru was a practicing lawyer before he plunged into indian freedom struggle inspired by Mahatma Gandhi. Jawaharlal Nehru Father Moti Lal Nehru was also a prominent freedom fighter. Jawaharlal Nehru daughter was Indira Gandhi who also later became prime minister of India.
Jawaharlal Nehru contributed to the establishment of a secular Parliamentary democracy in India and was one of the founders of the international Non-Aligned Movement. Nehru is noted for his “neutralist” policies in foreign affairs. But Nehru policy of pacifism and appeasement with respect to China also came unraveled when border disputes led to the Sino-Indian war in 1962 which india lost badly. This aggression by china was a betrayal of trust for Nehru and he could never recovered from the emotional shock of it.
Jawaharlal Nehru was a peace loving person and a poet by heart and a passionate advocate of education for India's children and youth. Jawaharlal Nehru was a also prolific writer in English and wrote a number of books, such as The Discovery of India, Glimpses of World History, and his autobiography, Toward Freedom. By Far, He is one of the most loved and respected prime minister of india.